Beranda > Ibu & Anak > Manfaat ASI untuk Semua

Manfaat ASI untuk Semua

Anjuran pemberian ASI secara eksklusif pada bayi 0-6 bulan, lalu memenuhi ASI 60-70% pada usia 6-12 bulan dan 30% pada usia lebih dari 12 bulan bukanlah tanpa alasan. Hal itu dikarenakan ASI memiliki banyak manfaat.

Menurut Prof. Dr. Rulina Suradi, SpA (K), IBCLC, sistem pencernaan bayi yang baru lahir belumlah sempurna. Sehingga bayi baru lahir wajib diberikan ASI. ASI mengandung enzim pencernaan seperti lipase, amilase, protease yang berupa makanan yang sudah separuh cerna sehingga mudah dicerna dan diserap oleh bayi.

ASI juga mengandung zat penangkal penyakit, antara lain makrofag, limfosit, faktor antivirus dan antibakteri, nukleotida, enzim, sitokim, komponen imunitas selular, lgA sekretorik dan immnunoglobulin.

Bahkan banyak penelitian yang menyatakan bahwa manfaat ASI dalam mencegah infeksi, serta dapat mengurangi insiden dan beratnya diare, ISPA bagian bawah, otitis media, meningitis, dan infeksi saluran kemih.

Selain itu, ASI selalu “berada dalam” suhu yang tepat, sehingga dapat mencegah kerusakan gigi, mengurangi resiko alergi, mengurangi kejadian sudden infant death syndrome (sindrom bayi mati mendadak), mengoptimalkan perkembangan, meningkatkan hubungan ibu dan bayi dan menjadi orang yang percaya diri.

Manfaat ASI tidak hanya dirasakan oleh bayi saja, ibu menyusui pun mendapatkan manfaatnya, yaitu sebagai metode KB sementara. Syaratnya, bayi berusia belum 6 bulan, ibu belum haid kembali dan bayi diberi ASI eksklusif. Selain itu, ibu pun dapat menurunkan risiko perdarahan setelah melahirkan dan mempercepat involus uterus (kembalinya ukuran uterus ke semula), dapat mengurangi anemia, menurunkan angka kejadian kanker ovarium dan payudara, mempercepat penurunan berat badan, menurunkan angka kejadian osteoporosis pada masa menopause dan memberikan rasa dibutuhkan.

Selain ASI bermnafaat untuk bayi dan ibunya, ternyata menurut Prof. Rulina, ASI pun memiliki keuntungan bagi negara, seperti menghemat devisa, mengurangi polusi, menghemat subsidi kesehatan, mengurangi morbiditas dan mortalitas anak serta dapat menciptakan SDM yang bermutu.

Sumber: Majalah Kesehatan Dokter Kita, edisi 11-2009

  1. Juni 16, 2013 pukul 15:59

    Good post. I learn something new and challenging on websites I stumbleupon
    on a daily basis. It will always be exciting
    to read articles from other writers and practice
    something from other sites.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: